Did You Know? In some American states it is illegal to have sex with a dead fish!
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Pasar modal merupakan wahana alternatif untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Di Pasar Modal juga memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi risiko mereka. Selain sektor perbankan, pasar modal selama ini telah menjadi sarana untuk memperoleh dana dari masyarakat. Masyarakat dapat melakukan investasi di pasar modal dengan berbagai pilihan jenis investasi yang sekiranya cocok dengan keinginannya. Investor dapat menanamkan dananya pada sekuritas-sekuritas seperti saham biasa, saham preferen, obligasi, obligasi konversi, sertifikat right, waran, sertifikat reksadana dan sebagainya.Dalam dunia usaha sebenarnya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko.

Ada yang tingkat keamanannya tinggi, namun tingkat keuntungan hasil investasinya terbatas, seperti tabungan. Ada juga media investasi yang relatif kurang likuid karena memerlukan waktu untuk menjualnya, misalnya tanah. Ketika melakukan investasi sebaiknya tidak menempatkan investasi hanya pada satu jenis investasi, tetapi dilakukan diversifikasi media investasi, selain untuk faktor keamanan cara ini juga bisa meningkatkan keuntungan.Investor pada umumnya melakukan aktivitas investasi dengan maksud untuk memperoleh return yang lebih besar daripada risiko yang dihadapinya serta lebih tinggi dari investasi pada asset yang bebas risiko.

Investasi pada asset yang bebas risiko menjadi standar minimal dari apa yang akan diperoleh jika melakukan investasi pada saham. Karena pemodal menghadapi kesempatan investasi yang berisiko, pilihan investasi tidak dapat hanya mengandalkan pada tingkat keuntungan yang diharapkan. Apabila pemodal mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan tinggi maka ia harus bersedia menanggung risiko yang tinggi pula. Tujuan akhir dari investor melakukan investasi pada saham adalah untuk meningkatkan kemakmuran hidupnya. Untuk itu para investor harus mengelola dananya secara efektif dengan berusaha membeli saham-saham dengan risiko yang masih dapat diterima sehingga return uang akan diterima masih melebihi dari risiko yang dihadapi.Karakteristik investasi pada sekuritas salah satunya adalah kemudahan untuk membentuk portofolio investasinya. Artinya pemodal dapat dengan mudah menyebar (melakukan diversifikasi) investasinya pada berbagai kesempatan investasi. Diversifikasi pada investasi membuat investor dapat meminimalkan risiko tanpa harus mengurangi return yang diterima.

Prinsip portofolio, selain untuk menghindarkan (meminimalkan) risiko, juga untuk memaksimalkan hasil. Portofolio berarti sekumpulan investasi. Dimana menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (dengan kata lain pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung.Media investasi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah reksadana. Reksadana adalah salah satu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang mempunyai tujuan investasi yang bersamaan. Investasi reksadana merupakan investasi yang disebarkan (diversifikasi) pada sekian alat investasi yang diperdagangkan di pasar modal dan pasar uang, seperti Saham, Obligasi, dan Commercial Paper.

Reksadana sendiri merupakan sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah uang kepada pengelola reksadana (disebut manajer investasi), untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar uang atau pasar modal yang sesuai dengan kebijakan investasi yang telah ditetapkan. Selama tahun 2002 reksadana telah berkembang dengan pesat khususnya reksadana yang berbasis obligasi pemerintah, karena reksadana ini sedang didukung oleh pemerintah untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dimana pemerintah membebaskan biaya pajak bagi reksadana yang menanamkan modalnya di obligasi.

Menurut Laporan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) akhir tahun lalu, industri reksadana di tanah air pada tahun 2002 telah meningkat 21,3%, dari hanya 108 reksadana pada akhir Desember 2001, dan pada akhir Desember 2002 telah menjadi 131 reksadana. Jika dilihat pertumbuhan jenis reksadana yang ada di tanah air, maka reksadana pendapatan tetap merupakan produk yang paling diminati oleh investor selain reksadana pasar uang dan reksadana campuran.

Uraian di atas menjelaskan manfaat reksadana bagi investor individu dimana reksadana dapat mengatasi kendala yang umumnya dihadapi oleh investor individu dengan cara menggabungkan sejumlah dana investasi, kemudian mempercayakan pengelolaannya kepada manajer investasi dan bank kustodian.Namun seperti diketahui investasi dimanapun juga ada risiko yang harus diperhatikan dan dihindari. Investasi melalui reksadana sendiri memiliki beberapa risiko. Pertama, meskipun manajer investasi telah melakukan investasi yang menyebar, belum tentu bisa mendapat keuntungan. Kalau ini terjadi, besar kemungkinan pemodal tidak bisa menikmati kenaikan Nilai Aktiva Bersih, bahkan akan mendapat kerugian dengan turunnya Nilai Aktiva Bersih. Kedua, bila manajer investasi melakukan pembubaran, yang penyebabnya bisa datang dari berbagai hal. Dalam hal demikian, pemodal juga akan mengalami kerugian.

1.2. Perumusan Masalah

Reksadana merupakan cara yang paling sederhana untuk menyebar risiko (diversify) investasi. Salah satu faktor keberhasilan reksadana pendapatan tetap dalam melakukan investasi adalah adanya kontinuitas pendapatan yang akan diperoleh para investor. Akan tetapi tetap ada risiko yang harus dihadapi investor yang berupa bubarnya perusahaan reksadana tersebut.

Di lain pihak pada reksadana saham, terdapat risiko investor mengalami kerugian apabila terjadi kerugian pada perusahaan reksadana saham yang mereka ikuti. Akan tetapi investor juga dapat menikmati keuntungan yang besar apabila perusahaan reksadana saham mendapatkan keuntungan.

Untuk meminimalkan risiko pada investasi, manajer investasi harus melakukan diversifikasi dalam investasi mereka, baik pada reksadana saham maupun reksadana pendapatan tetap. Manajer investasi harus mencari kombinasi investasi yang dapat memberi keuntungan yang optimal kepada para investor. Diversifikasi pada investasi membuat reksadana dapat meminimalkan risiko tanpa harus mengurangi return yang diterima. Apabila reksadana dapat meminimalkan tingkat risiko yang dihadapi dan sekaligus memaksimalkan tingkat keuntungan yang akan diperoleh, artinya reksadana berhasil mencapai tujuan investasi pada reksadana. Akan tetapi dalam prakteknya tujuan tersebut tidak selalu berhasil. Sangat mungkin terjadi bahwa suatu ketika kinerja reksadana tidak optimal sehingga tujuan perusahaan tidak tercapai. Apabila kinerja perusahaan menurun, maka investor akan mengalami kerugian.

Ditinjau dari segi risiko kerugian ini, maka baik reksadana saham maupun reksadana pendapatan tetap menghadapi risiko yang sama. Oleh karena itu manajer investasi harus selalu memperhatikan kinerja perusahaannya agar investor tidak mengalami kerugian. Salah satu kriteria untuk mengetahui kinerja reksadana adalah RVAR (Range Volatility at Risk/rentang penyimpangan keuntungan dari yang telah ditetapkan) dan RVOL (Reward to Market Volatility Ratio/keuntungan yang diperoleh dengan tingkat risiko yang ada).

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan kinerja antara reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham yang dilihat dari perbandingan  RVAR dan RVOL-nya.

1.3. Batasan Masalah

Studi ini (merupakan studi empiris pada BEJ) akan mengevaluasi kinerja reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap pada tahun 2002. Reksadana saham yang dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah reksadana saham yang secara kontinyu beroperasi selama tahun 2002. Dengan kriteria reksadana tersebut tercatat sebagai emiten selama periode pengamatan dan tidak pernah de-listing selama periode pengamatan. Saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 saham teraktif berdasar frekuensi yang sudah tercatat pada Bursa Efek Jakarta dari 1 Januari sampai 31 Desember 2002.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris apakah ada perbedaan antara kinerja reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap di Indonesia pada tahun 2002. Sebagai pembanding kinerja reksadana adalah suku bunga SBI yang terjadi pada tahun 2002.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat dipetik dari penelitian ini adalah :

  1. Bagi manajer investasi, hasil penelitian ini akan memberikan informasi mengenai kinerja yang telah mereka lakukan dalam mengelola reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap.
  2. Bagi akademisi, hasil penelitian ini akan memberikan informasi sejauh mana reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap mampu memberikan return yang diharapkan investor.
  3. Bagi investor, hasil penelitian ini merupakan gambaran kinerja reksadana saham di Indonesia pada tahun 2002 yang dapat digunakan sebagai referensi untuk memilih reksadana mana yang akan dipilih untuk menanamkan investasinya.
  4. Bagi peneliti lainnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan rujukan bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Tulisan terkait:

Tags:

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200

pembuatan makalah, judul, proposal, skripsi tesis, disertasi,